SEMUA TENTANG BUSI

Posted: 19 Juni 2011 in Fungsi dan Cara Kerja

*taken from How Stuff Works, and others

Busi, part sederhana, seringkali dianggap remeh, namun kehadirannya ternyata sangat penting — terutama di mesin performa tinggi. Busi adalah “jendela” untuk menilik mesin, dan jadi alat berguna untuk mendiagnosa kondisi mesin. Ga bisa membaca arti warna busi? Berarti kamu buta huruf untuk mencari masalah, menentukan campuran jeting, dan meningkatkan performa mesin.

Fungsi utama busi cuma menyalakan campuran udara/bahan-bakar dalam ruang bakar di tiap RPM.Β  Jumlah tegangan yang cukup harus di suplai ke busi untuk melontarkan bunga api agar busi melampaui gap busi. Ini namanya, “Performa Elektris”.

Nyala api busi dan suhu harus dijaga serendah mungkin untuk mencegah pembakaran dini, namun suhu harus cukup tinggi untuk mencegah endapan kerak. Ini namanya “efisiensi panas” dan ini adalah tentang pemilihan kode busi yang tepat.:) Tapi kenalan dulu lah dengan busi , secara dasar…

FUNGSI DAN CARA KERJA

Busi bekerja dengan teori sederhana, mendorong listrik memancar melalui sebuah celah, layaknya kilat petir menyambar. Listrik harus dalam voltase sangat tinggi agar bisa melompati celah dan menciptakan bunga api yang ciamik! Tegangan pada busi bisa terjadi antara rentang 30,000 – 100,000 volt. Gede kan?? Makanya kalau kesetrum busi yang terhubung koil racing, rasanya ‘mak sengkring’ sampai ke ujung celana… hahahhaha… becandaπŸ˜€

Busi kudu memiliki jalur yang terisolasi agar tegangan tinggi ini turun ke elektroda, lompat melampaui gap busi, dan terkonduksi ke blok mesin dan menyala. Busi juga harus tahan suhu panas ruang bakar yang ekstrim ( mendekati neraka kali ya… ) serta tekanan kompresi silinder, dan didesain sedemikian hingga deposit dari bahan-bakar tidak mengendap.

Spark Plug

Dalaman busi terbuat dari keramik untuk mengisolasi tegangan tinggi di elektroda, memastikanΒ  lentikan terjadi di ujung elektroda bukan selingkuh ke yang lain, harus setia ; panas keramik juga membantu membakar deposit kerak. Ceramic adalah konduktor panas yang jelek, jadi material ini memanas saat mesin beroprasi. Panas ini membantu pembakaran deposit dari elektroda.

Beberapa engine membutuhkan “busi panas”. Tipe busi ini di desain dengan dalaman keramik dengan area kontak dengan area besi di busi lebih sedikit. Mengurangi transfer panas dari keramik, membuat busi bekerja semakin panas dan membakar kerak karbon. Busi dingin adalah busi dengan area kontak keramik terhadap besi lebih banyak, sehingga pelepasan panas nya lebih cepat.

MAKANYA : Jangan kemaruk memasang busi “RACING” tipe dingin di mesin standard, kenapa dipakai sebentar mati? karena mesin standard memiliki kompresi relatif rendah : mesin tidak mudah panas, sementara businya tipe dingin, kerak karbon lebih cepat mengendap di busi dan membuatnya cepat wafat alias mati alias modiaarr…πŸ˜€ Hehehehe…

Situs Busi NGK amrik sono aja menulis, Kode panas busi tidak berpengaruh terhadap daya transfer energi listrik dari busi. Hanya mengindikasikan pada rentang mana busi bekerja baik terhadap panas. Angka semakin rendah adalah busi Panas, semakin tinggi berarti kode busi lebih dingin.

Mesin balap memang membutuhkan busi “mahal”, jika busi terlalu panas dan menyebabkan pembakaran dini kemudian merambat jadi detonasi dan membuat piston berlubang, mending membeli busi 100,000 daripada keluar berjuta-juta membenahi mesin balap hancur:) Sedangkan motor harian, daripada duit dibelikan busi 100,000 trus motor cuma dipake pacaran, meding beli busi 10,000, yang 90,000 buat jajan ama pacar, bikin makin lengket deh… Itu baru prinsip MurMerCeng. Masuk to…?:)

Spark Plug

Rentang panas harus dipilih secara hati-hati, jika tidak optimal justru masalah serius bisa terjadi. Yang paling sering terjadi cuma dua : Endapan karbon ( suhu ruang bakar terlalu rendah : (< 450Β°C) dan panas mesin berlebih, overheatingΒ (> 800Β°C).Β  Menjaga temperatur optimal diantara 500 derajat hingga 750 adalah tantangan bagi pembangun mesin performa tinggi.

Penyebab Timbulnya Endapan Kerak

  • Mengendarai motor di RPM rendah terus menerus / atau hanya jarak pendek.
  • Kode busi terlalu tinggi (dingin)
  • Jeting : campuran bahan-bakar terlalu banyak
  • Piston ring rusak, yang mengurangi kompresi, atau dinding cylinder (liner) bergelombang terlalu halus
  • Pengapian terlalu mundur (naah)
  • Sistem pengapian buruk , spul , pulser, cdi, dan koil dengan spec terlalu rendah.

Penyebab Panas Berlebih (overheating)

  • Busi dengan kode terlalu panas
  • Torsi pengencangan baut kurang kencang / pelepasan paking silinder I
  • Pengapian terlalu maju
  • Oktan bahan bakar terlalu rendah berbanding kompresi
  • Setingan udara /bahan-bakar terlalu kering
  • Terlalu banyak kerak di ruang bakar
  • Mengendarai dengan daya berlebihan (racing style)
  • Kekurangan pelumas (kualitas ataupun kuantitas)

Warna busi terhadap kondisi mesin

Lanjut, kita bergeser ke koil…:) baca aja ke Semua Tentang Koil Racing

TETAP SEHAT, TETAP SEMANGAT!! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO. 1

SIDOARJO

085645577007


Komentar
  1. Luqmanul Hackim mengatakan:

    Kalo prinsip murmer bener Busi Iridium gk cocok buat motor standard, wkwkw,,

    tapi jika busi iridium disebut pasti dingin, ane gk setuju,,,

    asalkan jenis Insulator bener, maksudnya jika busi standardnya projected, maka busi iridiumnya wajib projected juga, gk bisa ditawar,,, trus heat range juga, samakan,,,

    Misal nih, busi standard-nya NGK CPR7EA-9 (Heat Range 7 itu panas, 8, dan 9 baru dingin),,, nah kalo mau pake iridium ?, jangan Denso Iridium Power IU-22, karena dia non projected insulator,,, yg bener NGK CPR7EAIX-9, dijamin busi bukannya lebih dingin dari standard, justru lebih panas dari standard, karena diameter center electrode lebih kecil, electrical resistance lebih rendah, jadinya api busi lebih besar, otomatis ignatibility lebih dahsyat, lebih panas,,,

    Busi Racing itu biasanya pakai Denso Iridium Racing, NGK juga punya,,, ciri khas Busi Racing ada pada jenis insulator nya yg non projected insulator, heat range paling dingin, dan ground electrode pakai tipe slant ground electrode.

    sayang memang, Denso Iridium Power IU Series,,, yg merupakan busi iridium terbaik di dunia, tidak menyediakan jenis projected insulator seperti NGK, jadinya para pengguna motor Honda rada kurang tepat jka pakai Denso Iridium Power IU Series, karena Busi Standard yg Projected Insulator, diwakili huruf P pada Kode Busi.

    Kalo ngotot pake Denso Iridium Power di Motor Honda, naikin Heat Range lebih panas, misal Busi Standard-nya NGK CPR7EA-9, maka pakai Denso Iridium IU-20. Itu pun tidak menjamin carbon fouling bisa dicegah jika riding style terlalu pelan,,,

    jadi, busi bukan soal nickel, platinum, iridium, kalo bicara soal panas dingin, tapi soal Heat Range dan Desain Insulator Nose,,, karena Denso Iridium Power yg notabene busi iridium terbaik di dunia sering dijadikan acuan, sedangkan mereka tidak menyediakan Projected Insulator, terbentuklah mitos kalau busi iridium = busi dingin. Mitos itu muncul dari para penyemplak motor Honda yg notabene butuh busi Projected Insulator,, mestinya pakai NGK Iridium IX, bukan Denso Iridium Power.

  2. Dwi Lek mengatakan:

    Maju terus broo….

  3. nangke mengatakan:

    sebenarnya pake busi iridium itu lebih baik tidak dengan busi standar. lalu masa pemakaian lebih baik yang mana?. mohon pencerahannya, trims sebelumnya.

  4. vIP mengatakan:

    kalo gitu, sekali-kali ngebut ya oom.
    biar keraknya rontok:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s